April 25, 2005

Kedatangan Gadis Bogor

Sabtu siang (23/04/2005), sebuah pesan pendek diterima. "Saya sedang dalam perjalanan menuju Samarinda" demikian bunyi pesannya. Sebuah SMS dari Mbak Irma, pengkoordinir Sahabat Burung Indonesia, yang sejak berbulan lalu merencanakan hadir di Samarinda akhirnya tiba juga. Masih asyik aku dengan bermain-main di alam maya. Dua jam lewat berlalu, sebuah pesan pendek kembali menggetarkan HPku. "Kami sudah di kampus, Ade dimana?". Wah, ternyata Mbak Irma bersama Mas Fazrin 'Uut' sudah tiba di kampus. Bergegaslah diriku menuju kampus, tepatnya di Open Resto.

Tiba di Open Resto, menyaksikan Mbak Irma yang lagi asyik dengan tulang ayam gepuknya. Setelah menyelesaikan makan dan berbincang-bincang sesaat. Mbak Irma, Mas Uut dan aku bersama dengan Winda dan Yusuf (Yayasan BUMI) berjalan menuju ke kampus Fahutan Unmul, diiringi dengan rintik hujan. Saat itu sedang ada Pendidikan dan Pelatihan bagi calon anggota Mahasiswa Penyayang Flora dan Fauna (Mapflofa) Fahutan Unmul. Di sela-sela waktu istirahat mereka, Mbak Irma dan aku diminta untuk berbagi pengalaman dengan peserta Diklat Mapflofa.

Sore hari, hujan yang mulai reda. Mbak Irma bersama dengan Winda menyempatkan diri untuk berkelana di kota Samarinda hingga menjelang malam.

Malam hari, waktu telah melewati angka 20.00. Mbak Irma tak kunjung hadir di Ruang Kuliah 405 Fahutan Unmul, tempat akan dilangsungkannya ngobrol bareng 'artis dari Bogor'. Hingga akhirnya sebuah pesan singkat kembali hadir. "Jemput kami dong.. nggak ada kendaraan nih..". Hmm..

Setibanya Mbak Irma, ngobrol sambil makan kacang dimulai. Mbak Irma mulai menjelaskan tentang apa itu Birdlife, Sahabat Burung Indonesia dan apa yang membuat mengamati burung menjadi menyenangkan. Kawan-kawan mahasiswa dan seorang kawan dari Bontang sangat serius menghadapi kacang yang tersedia, sambil sesekali mengejar Mbak Irma dengan beberapa pertanyaan. Hingga pukul 23.00 wita, pertemuan harus diakhiri, karena pagar kost mulai terkunci.

Minggu (24/04/2005) pagi yang dingin. Masih ingin menarik selimut lebih rapat. Teringat kalau hari ini harus bangun pagi dan menjemput Mbak Irma di kost Winda untuk memulai pengamatan di Kampus Unmul. Sebentar menuju kost Winda. Masih belum selesai berdandan. Pukul 7 lewat baru tiba di pelataran parkir PPHT Unmul. Kawan-kawan sudah mulai berdatangan. Satu persatu mulai asyik dengan teropongnya. Hingga pukul 10 pagi, semua asyik berebut melihat burung-burung yang beraktivitas di pagi hari. Mbak Irma dengan semangat mencari-cari  Bondol Kalimantan (Lonchura fuscans) yang bersembunyi di balik semak.

Setelah memuaskan diri mengamati burung, Mbak Irma mengajak sarapan pagi dengan nasi kuning di dekat kampus sambil meneruskan perbincangan seputar perburungan. Siang hari, mulai tak ada agenda. Inginnya sih pergi ke Pampang, sebuah desa budaya di dekat Kota Samarinda, namun apa daya, hujan mengguyur kota hingga sebagian jalan kota terendam air. Namun, Mbak Irma masih sempat memperoleh beberapa pernak-pernik kecil untuk oleh-oleh, katanya.

Sore hari, meluncur ke Balikpapan. Besok hari, Arman, seorang kawan SBI di Kaltim menikah. Setelah tiba di Balikpapan, Mbak Irma menuju penginapan, dan aku menuju rumah kawan.

Pagi hari, menghadiri pernikahan Arman. Sekitar pukul 9, SMS dari Mbak Irma. Wah.. aku lupa, kalau ada mbak Irma yang juga ingin menghadiri pernikahan Arman. Aku meminta Emi (Koordinator Jaringan Pendidikan Lingkungan Hidup Kalimantan Timur) menjemput Mbak Irma di hotel. Setelah tiba di tempat resepsi, dengan wajah penuh kelelahan Mbak Irma merasakan sate yang khusus di datangkan dari Tarakan.  Setelah beristirahat sejenak, Mbak Irma diantar kawan Rustam menuju bandara menggunakan sepeda motor. Wah.. selalu pakai sepeda motor nih mbak Irma selama di Kaltim.
Posted by timpakul at 10:14:57 | Permanent Link | Comments (6) |